KISAH TRAGIS MAWAR


Oleh: Tezar Tri S*

Rini. Gadis yang cantik jelita. Hidup dalam keluarga yang sederhana. Dalam usia yang masih belia, kerutan wajahnya mulai nampak. Lekukan di sekitar dahi dan pipi menunjukan bahwa dia sering menghadapi probelmatika hidup. Betul!. Rini adalah seorang mahasisiwi di suatu perguruan tinggi di Jawa Tengah. Rini mengambil Jurusan Pendidikan Agama Islam. Dia sangat menekuni kuliahnya, karena itu adalah cita-cita nya yang ingin dia raih yaitu menjadi guru agama. Rini sudah lama mencita-citakan menjadi guru agama sejak dari kecil. Dia ingin membahagiakan orangtua nya, dan ingin membuktikan kepada semua orang bahwa dia bisa menjadi apa yang di cita-citakan selama ini. Itu yang terjadi. Sekarang ini dia sedang menghadapi masalah yang sangat rumit. Bisa dikatakan masalah ini taruhannya tidak hanya harga diri tetapi bisa berujung terenggut nyawanya.

“Mas, aku lagi kena masalah. Di desaku ada seorang germo (bandar PSK). Dia menjual diriku kepada orang berinisial M. Germo itu berinisial B. Ketika M menanyakan pada B apakah ada cewek yang bisa ditiduri, B memberikan nmor hpku. Sejak saat itu M selalu mengirimkan sms ke aku intinya dia ingin tidur bersamaku. Sms itu terus aku balas karena rasa penasaranku. Penasaran ini timbul bukan aku pingin tidur sama dia tetapi ingin memastikan apakah dia benar-benar “hidung belang”. Setelah beberapa hari terjadi sms akhirnya ku beranikan diriku untuk melihat siapa dia. Dan akhirnya sesuai dengan pertemuan yang dijanjikan dia datang tetapi aku melihatnya dari kejauhan hanya memastikan. Dia datang membawa mobil Katana hitam. Saat itu aku baru percaya ternyata B benar-benar menjual aku ke orang itu. Singkatnya orang itu sesuai informasi dari B kalau aku mau ditiduri dengan dibayar 500 rb dan dijemput dengan mobil. Hal ini benar-benar membuat aku shock dan trauma.

Akhirnya aku putuskan untuk membicarakannya dengan orang tua. Sehabis magrib, aku bersama orang tuaku (selaku ketua RW), Pak Dhe (selaku Ketua RT), ditemani 3 polisi dan kakak kandungku dan kedua orang itu baik si B dan si M pun datang. Kemudian kita berbicara mengenai kasus itu. Ada hal aneh yang aku rasakan, bahwa polisi dan B serta M seperti sudah mengadakan persekongkolan. Polisi terlihat hanya bengong kemudian tidak mau tahu tentang apa yang terjadi. Parahnya justru kakak kandungku malah tidak membela aku tetapi justru menyudutkanku dengan mengatakan bahwa aku anak yang ngga bener. Bahkan aku selalu dikatakan bahwa aku selalu menjalin hubungan gelap dengan om-om. Suasana panas pun terjadi. Ketegangan semakin menjadi-jadi. Aku hanya bisa diam karena bapakku pun selalu memotong pembicaraanku saat aku mencoba mengklarifikasi pernyataan yang muncul dari B dan M. Akhirnya hanya tangis yang aku keluarkan. Lebih histeris ketika si M meminta ku untuk menikahiku. Dengan cepat aku balas dnegan mengatatakan TIDAK. Tetapi sekali lagi kakakku membuat aku sakit hati. Kakakku justru menyuruh aku untuk menikahi M. Parah sekali!. Dengan masalah yang seperti itu aku mencoba untuk melarikan diri. Dan akhirnya aku pun putuskan untuk tinggal di pesantren.

Itulah sepenggal cerita yang diungkapkan oleh mawar. Saya sebagai konselor melihat dirinya begitu goncang. Keadaan psikologtisnya benar-benar droup. Pikirannya kacau, gelisah dan sedikit trauma. Ini bisa dilihat dari cara bicara dan sikap yang dia tunjukan kepada saya. Pendekatan yang saya lakukan untuk menghadapi traumatisnya melalui pendekatan gestalt. Pendekatan ini saya gunakan demi memunculkan kembali kepercayaan dirinya sampai akhirnya dia memutuskan untuk melupakan hal ini perlahan dan tinggal di pesantren.

(bersambung)

Posted on Februari 26, 2013, in BERITA and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: